JELAJAH INDONESIA

Bali : Mencari Tenang Sambil Berkelana

Ayulia Amanda, Traveler

22 Februari 2019

Siapa yang tidak tahu Pulau Bali? Pulau termasyhur yang terkenal dengan alam dan budaya. Pantai yang indah, air terjun yang elok, dan keramahan masyarakatnya. Kawan dapat dengan mudah menemukan pura dan arsitektur khas Bali di sepanjang jalan menuju lokasi wisata. Begitu banyak tempat di Bali yang ingin dikunjungi dengan waktu terbatas mungkin membuat Kawan menjadi bingung. Nah, jika Kawan ingin kabur sejenak dari padatnya rutinitas dan butuh vitamin sea, Kawan bisa mengunjungi Pantai Balangan dan Pantai Green Bowl. Jangan lupa juga untuk mengunjungi Pura Tirta Empul karena bisa menjadi tujuan utama Kawan untuk merasakan pengalaman melukat. Dan Air Terjun Kipuan Kebo yang masih asri di Tabanan.

Pantai Balangan

Foto diambil oleh Ayulia Amanda

Pantai Balangan

Pantai Balangan termasuk salah satu pantai yang terkenal instagramable. Terletak di daerah Jimbaran bagian barat, Pantai Balangan dekat dengan Pantai Dreamland, Pantai Bingin, dan Pantai Tegal Wangi. Jalan menuju ke pantai ini cukup mudah menggunakan Google Maps. Butuh waktu 36 menit dari Kuta dengan mengikuti Jl. By Pass Ngurah Rai ke arah Jl. Raya Uluwatu. Pada saat memasuki Pantai Balangan, Kawan hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Pantai Balangan memiliki spot foto yang ikonik, spot pantai dan spot karang yang tepat di samping pura juga tak kalah keren.

Pantai Balangan

Foto diambil oleh Ayulia Amanda

Waktu yang baik ke Pantai Balangan adalah pagi menjelang siang dan sore menjelang matahari terbenam. Pada saat pagi menjelang siang, ombak mulai pasang dan langit cukup cerah sehingga Kawan bisa nyaman mengambil foto. Suasana sore juga cukup sendu. Kawan bisa datang pukul 16.00 WITA dan berswafoto dulu di spot ikonik agar tidak mengantri dengan para pasangan yang melakukan foto prawedding. Setelah itu, Kawan dapat menuruni tangga untuk mencapai pantai. Tidak banyak orang yang berlalu-lalang di pantai, namun tetap cari posisi yang nyaman untuk bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Di Pantai Balangan terdapat kafe dan warung lokal. Kafe-kafe terletak di sepanjang pantai, sedangkan warung lokal berada di samping tempat parkir kendaraan. Jika Kawan ingin menginap, banyak villa, hotel, dan homestay di dekat pantai dengan jangkauan harga dari Rp 170.000,- sampai Rp 12.500.000,-. Oh ya, jangan lupa pakai sun block ya, Kawan!

Pantai Green Bowl

Foto diambil oleh Ayulia Amanda

Pantai Green Bowl

Pantai Green Bowl mungkin masih asing bagi Kawan, tapi pemandangannya cukup menenangkan.Pantai Green Bowl mungkin masih asing bagi Kawan, tapi pemandangannya cukup menenangkan. Pantai ini sebelumnya dinamakan Pantai Bali Cliff dan juga Hidden Beach Ungasan karena belum banyak orang yang tahu. Dikenal sebagai Pantai Green Bowl karena saat air laut surut, Kawan dapat melihat pantai yang seperti mangkuk berwarna hijau. Ilusi itu dibentuk oleh karang-karang yang tertutup hijau lumut. Terletak di daerah Jimbaran bagian selatan, pantai ini dekat dengan Pantai Melasti dan Pantai Pandawa. Perjalanan ke Pantai Green Bowl membutuhkan waktu 29 menit dari Kuta dengan menggunakan Google Maps. Tempat parkir terletak di antara Pura Batu Pugeh dan warung lokal. Biaya parkir sekitar Rp 5.000,-. Tapi jika beruntung, Kawan tidak dikenakan biaya parkir oleh penduduk lokal. Pantai Green Bowl buka 24 jam. Tidak ada waktu khusus untuk berkunjung. Fasilitas toilet dan warung hanya ada di dekat tempat parkir. Dari tempat parkir, Kawan harus menuruni sekitar 300-an anak tangga. Bawa air mineral karena menuruni tangga cukup membuat Kawan berkeringat. Pakai sandal yang anti slip. Ombak di pantai ini lumayan bagus dan banyak sekali wisatawan asing yang berselancar. Sesampainya di pantai, Kawan bisa bersantai di karang-karang pada sebelah kiri tangga atau bentang pantai yang lapang di sebelah kanan tangga. Di pantai ini terdapat dua gua, dan salah satu nya berada di dalam kompleks sebuah pura. Jika kawan ingin sembahyang, minimal bawa beberapa canang dan berpakaian yang sopan.

I’m a standard Image Caption.
Photograph by Lorem Ipsum via Unsplash

Air Terjun Kipuan Kebo

Air terjun ini dikenal dengan dua nama, yaitu Air Terjun Kipuan Kebo dan Air Terjun Leke-Leke. Berdasarkan mitos, dahulu air terjun ini adalah tempat pemandian seekor kerbau tak bertuan sehingga disebut “kupian kebo” atau pemandian kerbau. Air terjun ini kemudian dianggap sakral dan dijadikan sebagai tempat melukat oleh umat Hindu. Masyarakat percaya bahwa mandi di air terjun ini dapat membersihkan hati dan awet muda. Namun, wanita yang sedang datang bulan tidak boleh mandi karena dianggap kotor. Sedangkan dikenal sebagai “leke-leke” karena untuk mencapai air terjun ini Kawan perlu melalui jalan setapak yang berliku-liku.Air terjun ini dikenal dengan dua nama, yaitu Air Terjun Kipuan Kebo dan Air Terjun Leke-Leke. Berdasarkan mitos, dahulu air terjun ini adalah tempat pemandian seekor kerbau tak bertuan sehingga disebut “kupian kebo” atau pemandian kerbau. Air terjun ini kemudian dianggap sakral dan dijadikan sebagai tempat melukat oleh umat Hindu. Masyarakat percaya bahwa mandi di air terjun ini dapat membersihkan hati dan awet muda. Namun, wanita yang sedang datang bulan tidak boleh mandi karena dianggap kotor. Sedangkan dikenal sebagai “leke-leke” karena untuk mencapai air terjun ini Kawan perlu melalui jalan setapak yang berliku-liku.  Terletak di Banjar Kerobokan, Desa Mekarsari, Baturiti, Kabupaten Tabanan. Perjalanan ditempuh dalam waktu 1 jam 20 menit menggunakan rute Google Maps dari Kuta. Kawan harus melalui kawasan pedesaan dan juga perkebunan yang hijau nan asri. Setelah sampai di tempat parkir, Kawan perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000,-/orang. Khusus wisatawan mancanegara perlu membayar tiket sebesar Rp 30.000,-/orang. Khusus untuk fasilitas wisata yang lebih banyak, Kawan bisa membayar sebesar Rp 250.000,-/orang untuk paket Leke-Leke Swing dan Rp 700.000,-/orang untuk paket Leke-Leke Tubing. Setelah membayar tiket, Kawan dapat menuruni jalan setapak dan beristirahat sejenak di Leke-Leke Grounds. Disini terdapat fasilitas kafe, toilet, dan Kawan juga dapat meminjam tongkat kayu kepada resepsionis sebelum berjalan menuju air terjun. Dari Leke-Leke Grounds, Kawan harus menuruni tangga dan setapak yang sempit. Saat musim hujan, tangga dan jalan setapak cukup licin sehingga Kawan perlu menggunakan sandal anti slip atau sepatu jika Kawan tidak berniat untuk mandi. Suasana yang asri, sejuk, dan gemericik air sangat menenangkan. Datanglah sekitar pukul 09.00-11.00 WITA karena air terjun ini cenderung sepi pengunjung sehingga Kawan dapat lebih lama menikmatinya.

Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul berasal dari nama “Tirta Ri Air Hampul” yang artinya patirtaan yang mengepul. Pura ini ditata ulang menjadi taman air oleh raja Indrajaya Sigha Warmadewa pada tahun 926 M. Berdasar Lontar Usana Bali, dikisahkan pertempuran antara Raja Mayanadenawa dan Bhatara Indra. Raja Mayanadewa yang terdesak kemudian menciptakan sebuah mata air beracun (yeh cetik) untuk menghancurkan pasukan Bhatara Indra. Akibatnya, kekuatan pasukan Bhatara Indra menurun drastis. Bhatara Indra lalu menancapkan senjata yang berbentuk umbul-umbul ke tanah dan seketika memunculkan mata air dari bekas tusukan tersebut. Pasukan Bhatara Indra meminum air tersebut dan dapat sembuh. Pura Tirta Empul berasal dari nama “Tirta Ri Air Hampul” yang artinya patirtaan yang mengepul. Pura ini ditata ulang menjadi taman air oleh raja Indrajaya Sigha Warmadewa pada tahun 926 M. Berdasar Lontar Usana Bali, dikisahkan pertempuran antara Raja Mayanadenawa dan Bhatara Indra. Raja Mayanadewa yang terdesak kemudian menciptakan sebuah mata air beracun (yeh cetik) untuk menghancurkan pasukan Bhatara Indra. Akibatnya, kekuatan pasukan Bhatara Indra menurun drastis. Bhatara Indra lalu menancapkan senjata yang berbentuk umbul-umbul ke tanah dan seketika memunculkan mata air dari bekas tusukan tersebut. Pasukan Bhatara Indra meminum air tersebut dan dapat sembuh. Terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pura ini bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 34 menit dari Kuta dan 30 menit dari Ubud. Pura Tirta Empul terdiri atas tiga bagian, yaitu Jaba Sisi sebagai bagian luar pura, Jaba Tengah sebagai kompleks petirtaan, dan Jeroan sebagai bagian utama untuk bersembahyang. Di Jaba Tengah terdapat dua kolam petirtaan berbentuk persegi panjang dan di pinggirnya terdapat 33 pancuran yang berderet. Beberapa pancuran memiki nama, seperti Pancuran Penglukatan, Pancuran Pembersihan, Pancuran Sudamala, dan Pancuran Cetik. Jika Kawan berniat melukat atau pembersihan diri, sebelum masuk ke kompleks pura, pakailah kain bermotif batik atau motif lainnya dari pinggang sampai mata kaki; kaos; selendang yang diikat pada pinggang; dan beberapa canang. Berpakaian seperti ini dianggap mau melukat sehingga petugas akan mempersilahkan Kawan masuk ke kompleks pura tanpa pungutan biaya. Namun, jika tidak niat melukat, Kawan akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 30.000,-/orang dan biaya sewa kain untuk menutupi kaki. Memasuki kompleks pura, Kawan akan disambut dengan kolam ikan yang luas yang berada di Jaba Sisi. Sebelum ke Jaba Tengah, ada baiknya ke Jeroan untuk sembahyang bagi Kawan yang beragama Hindu. Di Jaba Tengah terdapat fasilitas loker dan toilet. Kawan bisa menyewa loker dengan tarif Rp 10.000/loker untuk menyimpan barang. Lalu masuk ke kolam pemandian dan mengantri. Saat giliran melukat tiba, haturlah canang dan dupa di samping pancuran, kemudian mandi sambil menguncupkan tangan dan berdoa. Biasanya umat Hindu akan berdoa dengan sikap metirta pada setiap pancuran. Melukat di kolam ini dipercaya dapat melancarkan rezeki dan menyembuhkan penyakit. Kolam ini terbuka untuk umum sehingga wisatawan asing maupun Kawan dapat melakukan ritual melukat. Beberapa hal yang penting untuk diingat. Jika Kawan tidak berniat melukat namun ingin mendekatkan tangan untuk merasakan salah satu air pancuran, minta izin dengan sopan kepada umat yang sedang melakukan melukat. Selain itu, jangan duduk sembarangan karena beberapa sudut kolam memang dikhususkan untuk melakukan persembahyangan atau tempat menghaturkan canang.

Want new articles before they get published?
Subscribe to our Awesome Newsletter.